Aku-Itu (I–It)
I–It
Ringkasan Singkat
Relasi di mana subjek memperlakukan orang lain sebagai objek mati atau alat untuk dikendalikan daripada sebagai sesama manusia.
Istilah Aku-Itu (I–It) mendeskripsikan sebuah jenis hubungan di mana subjek ('Aku') memperlakukan orang lain atau sesuatu secara eksklusif sebagai objek impersonal ('Itu') yang digunakan, dimanipulasi, atau dikendalikan. Konsep ini berasal dari filsuf Yahudi-Jerman, Martin Buber (1878–1965), yang berpendapat bahwa hubungan semacam ini bersifat transaksional dan dingin. Dalam perspektif psikologis, relasi I-It menghalangi terciptanya kehangatan manusia, rasa saling percaya, dan kohesi kelompok.
Hubungan ini sering kali muncul dalam lingkungan birokrasi atau profesional yang sangat kaku, di mana individu dipandang hanya berdasarkan fungsi atau utilitasnya saja. Buber menekankan bahwa meskipun hubungan I-It terkadang diperlukan secara teknis, ketergantungan berlebihan padanya dapat menyebabkan alienasi sosial dan dehumanisasi.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Buber, M. (1923). I and Thou (Ich und Du).
- Friedman, M. (1996). Martin Buber's Life and Work. Wayne State University Press.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.